Etika Mengunjungi Pura di Bali, Biar Liburan Tetap Beretika

Etika Mengunjungi Pura di Bali, Biar Liburan Tetap Beretika

Bali nggak cuma soal pantai kece atau kafe estetik. Pulau ini juga punya warisan budaya yang kuat banget, dan itu bisa kamu rasain langsung lewat keberadaan pura serta upacara adatnya. Banyak wisatawan yang penasaran pengin lihat atau bahkan ikut dalam prosesi keagamaan di Bali, tapi nggak semuanya tahu batasan dan aturan yang harus dihormati.

Nah, biar nggak asal datang dan akhirnya bikin kesalahan yang nggak sopan, yuk kenali etika mengunjungi pura dan upacara adat di Bali dengan benar. Ini penting banget, terutama buat kamu yang pengin jadi traveler cerdas dan tetap menghargai budaya lokal.

Kenapa Etika Itu Penting Saat Mengunjungi Pura?

Pura itu tempat ibadah umat Hindu di Bali, bukan sekadar spot foto Instagramable. Dalam ajaran Hindu, pura dianggap sebagai tempat suci tempat para dewa bersemayam. Jadi, saat kamu menginjakkan kaki di sana, kamu harus menjaga sikap dan perilaku.

Sama halnya dengan upacara adat Bali seperti ngaben, odalan, atau melasti, semuanya punya makna spiritual dan adat yang mendalam. Gagal memahami makna dan tata krama bisa bikin kamu terlihat nggak sopan—bahkan menyinggung umat setempat.

Menurut Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), wisatawan diharapkan menaati norma dan aturan masuk pura Bali demi menjaga kesucian dan keharmonisan tempat ibadah.

Ini Dia Etika Mengunjungi Pura di Bali yang Harus Kamu Tahu

1. Pakaian Harus Sopan dan Tertutup

Etika Mengunjungi Pura di Bali, Biar Liburan Tetap Beretika

Hal pertama yang wajib kamu perhatikan: pakaian ke pura Bali nggak bisa sembarangan. Hindari celana pendek, tank top, atau baju ketat. Sebaiknya gunakan kamen (sarung khas Bali) dan selendang yang diikat di pinggang. Ini bukan cuma soal estetika, tapi bagian dari menghormati nilai spiritual yang ada.

2. Wanita Haid Tidak Boleh Masuk

Sesuai ajaran Hindu, wanita yang sedang menstruasi dilarang masuk area suci pura. Ini bukan diskriminasi, tapi bentuk penghormatan terhadap kesucian pura. Jadi, sebaiknya tunggu sampai kamu dalam kondisi bersih baru masuk ke pura, ya.

3. Jangan Sembarangan Foto atau Pegang Benda Suci

Foto boleh, tapi jangan berlebihan. Jangan pakai flash, jangan motret orang yang sedang sembahyang dari dekat, apalagi menyentuh sesajen atau bangunan suci. Ini bagian penting dari etika mengunjungi pura yang sering dilanggar karena ketidaktahuan.

4. Jangan Berisik

Pura itu tempat orang berdoa, bukan tempat ngumpul bareng sambil ngobrol keras-keras. Jaga volume suara kamu, dan ajak teman-temanmu buat ikut tenang. Kalau kamu bawa anak kecil, pastikan mereka nggak lari-larian atau teriak.

5. Jangan Lewat Depan Orang Sembahyang

Etika Mengunjungi Pura di Bali, Biar Liburan Tetap Beretika

Kalau kamu lihat ada orang sembahyang, hindari lewat di depannya. Ini dianggap sangat tidak sopan dalam budaya Bali. Lebih baik jalan memutar atau tunggu sampai mereka selesai.

Kalau kamu pengin pengalaman wisata budaya yang lebih dalam, yuk gabung open trip Bali bareng kami. Mulai dari kunjungan ke pura sampai nonton upacara adatnya. Untuk penginapan juga gak perlu repot, kamu bisa booking lewat villabali.id yang pastinya bisa kami sesuaikan dengan budget kamu. Jangan tunggu lagi, rencanain perjalanan kamu bareng kami dan rasakan petualangan yang berbeda.

Etika Saat Menyaksikan Upacara Adat Bali

Kadang kamu bisa nemu upacara adat yang kebetulan digelar saat kamu lagi traveling. Prosesi adat ini biasanya terbuka untuk umum, tapi bukan berarti kamu bisa asal gabung.

1. Jangan Ikut Campur Prosesi

Kamu boleh nonton, tapi jangan berdiri terlalu dekat atau ikut jalan di barisan peserta upacara. Cukup saksikan dari jauh dan biarkan prosesi berjalan tanpa gangguan.

2. Fotografi? Harus Izin

Etika Mengunjungi Pura di Bali, Biar Liburan Tetap Beretika

Beberapa momen upacara memang menarik banget buat difoto. Tapi tetap harus sopan dan minta izin, apalagi kalau kamu pengin ambil gambar yang dekat. Jangan ganggu jalannya acara hanya demi konten.

3. Hormati Makna dan Simbol

Kadang kamu nggak tahu arti benda atau simbol yang digunakan dalam upacara. Jadi, jangan sentuh atau anggap itu lucu. Semua itu punya makna dan filosofi mendalam dalam norma adat Bali.

Hal-Hal yang Sering Diabaikan Wisatawan

Meski info soal etika mengunjungi pura udah banyak tersedia, kenyataannya masih banyak yang cuek. Contohnya: pakai baju terbuka, selfie di depan pelinggih, atau duduk sembarangan di area suci. Hal-hal ini bisa bikin warga lokal tersinggung dan menimbulkan kesan kalau wisatawan nggak peduli budaya.

Menurut Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, edukasi soal sopan santun di pura dan wisata budaya harus terus dilakukan. Beberapa pura kini memasang papan informasi dan menyediakan pemandu untuk wisatawan, tapi peran kita sebagai traveler tetap penting buat belajar dulu sebelum berkunjung.

Tips Sebelum Kamu Ke Pura atau Upacara Adat

  • Cari tahu dulu info seputar pura atau acara yang mau kamu kunjungi.
  • Gunakan pemandu lokal biar bisa dijelasin makna dari setiap prosesi.
  • Bawa sendiri kamen dan selendang kalau kamu niat keliling pura.
  • Kalau ragu, tanya aja ke warga lokal. Mereka biasanya ramah dan terbuka.
  • Dan yang paling penting: niatkan datang bukan cuma buat konten, tapi buat belajar dan menghargai.

Traveling Seru dengan Menghormati Budaya Setempat

Punya kesempatan buat lihat langsung budaya Bali itu bukan hal biasa. Tapi semua itu akan terasa lebih berkesan kalau kamu tahu caranya menghargai. Lewat etika mengunjungi pura, kamu bukan cuma jadi turis, tapi juga jadi orang yang sadar dan peka terhadap tempat yang kamu kunjungi.

Jadi, sebelum kamu nyusun itinerary ke Bali, sempatkan buat belajar hal-hal kecil kayak gini. Karena dengan memahami budaya, kamu nggak cuma bikin pengalaman lebih bermakna, tapi juga ikut bantu menjaga warisan budaya Bali tetap hidup.

Komentar

Tinggalkan komentar